NAPAK PERTIWI "A Land To Remember"
DOI:
https://doi.org/10.33021/exp.v2i1.437Abstract
Indigenous dalam tradisi budaya Bali selalu ada dalam upacara- upacara keagamaan salah satunya adalah Napak Pertiwi dari kelairan hingga kematian. Sumber tertulis yang memaparkan secara jelas konsep tersebut belum ada, tetapi interpretasi maupun filosofis dari berbagai lontar seperti Barong Swari, Siwa Tatwa, Bajang Colongan sudah merepresentasikan tentang makna dari Napak Pertiwi. Film fiksi Napak Pertiwi :”A Land to Remember” ini “didukung dengan karya yang ditulis oleh I Wayan Jengki Sunarta, Putu Karang, seorang pelukis asal Nusa Penida, Bali. Penciptaan karya memerlukan tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Teori yang digunakan adalah A Companioun to Film Theory karya Robert Stam dan Toby Miller (2004), yaitu aspek teatrikal, aspek statis, aspek literasi, teknologi (technology), kesejarahan (historycaly), pembahasaan (linguisticly), kelembagaan (institutionally), dan proses penerimaan (acceptance) untuk membentuk sejarah atau histori sehingga terjadi rangsangan untuk membuat sebuah karya yang dapat dilihat melalui video.
Hasil dari karya film ini adalah tervisualisasikannya kearifan lokal yaitu Napak Pertiwi. Cara visualisasi film fiksi Napak Pertiwi sehingga menyenangkan untuk ditonton disampaikan dengan struktur tiga babak dalam cerita film Napak Pertiwi, yaitu babak I eksposisi, babak II konfrontasi dan babak III resolusi dan ending, yang setiap babaknya tetap menyuguhkan emosi, depresi atau kehilangan, dan romantisisme pada tokoh yang berdurasi 69 menit bergenre melodrama dengan pesan kesadaran diri.
Kata kunci : film fiksi , melodrama, Napak Pertiwi, visualisasi
References
Effendy, Heru. Mari Membuat Film : Panduan Menjadi Produser. Jakarta : Erlangga. 2009.
Kristanto. J. Katalog Film Indonesia: 1926-2005. Jakarta: PT. Grafiasari Mukti. 2005.
Marselli. Dasar-Dasar Apresiasi Film. Jakarta: PT Gramedia. 1996.
Miller, Toby and Robert Stam. A Companion to Film Theory, United Kingdom: Blackwell Publishing Ltd. 2004.
Monaco, James. Cara Menilai Sebuah Film. New York: Oxford University Press. 1977.
Pratista,Himawan. Memahami Film Edisi 2.Yogyakarta: Montase Press. 2017.
Ratna, Nyoman Kutha. Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2010.
Simpen A.B I W, Kamus Bali-Indonesia Beraksara Latin dan Bali. Denpasar : Dinas Kebudayaan Kota Denpasar dengan Badan Pembina Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali Provinsi Bali. 1983.
Sobur, A. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik Dan Analisis Framing. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2001.
________. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2006
Loeb, I, https://doi.org/10.1007/s10670-013-9501-0//Loeb, I. Erkenn (2014) 79: 405. Diakses pada tanggal 13 Februari 2014.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).