Media Siber dan Search Engine Optimization (SEO): Melacak Motif, Adaptasi untuk Cari Untung, dan Upaya Menjaga Kualitas Jurnalisme
DOI:
https://doi.org/10.33021/exp.v5i2.4346Keywords:
SEO (Search Engine Optimazitation), Media Siber, Traffic, JurnalismeAbstract
Media siber masif menjalankan logika SEO (Search Engine Optimization). Strategi SEO pada konten berita ditandai dengan memanfaatkan keramaian sebuah isu, lalu memfabrikasinya berulang-ulang dengan membuat tulisan sebanyak-banyaknya. Kata-kata kunci terkait isu yang tengah ramai itu ditanamkan terus-menerus di dalam isi berita. Akhirnya, berita-berita tersebut akan muncul di urutan atas mesin pencari. Artikel ini meneliti mengapa media siber (dalam hal ini adalah Kompas.com, Tirto.id, Tempo.co, dan Liputan6.com) menjalankan kebijakan SEO. Bagaimana redaksi beradaptasi dengan budaya, termasuk mengamati dinamika di dalam ruang redaksi (penolakan maupun penerimaan awak redaksi). Tak lupa, menganalisis upaya redaksi menjaga kualitas jurnalisme. Data diperoleh berasal dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini adalah empat media yang diteliti menyepakati bahwa SEO adalah sebuah cara meningkatkan traffic agar iklan bisa tumbuh. Menjalankan SEO lalu tampil dalam halaman terdepan pencarian Google secara politis berarti juga mempertaruhkan nama baik menjadi yang terdepan di antara media lainnya. Empat media siber yang diteliti melakukan penyadaran ke awak redaksinya agar mau menjalani SEO. Redaksi juga membuat pabrik konten di daerah dan menyiapkan kebijakan target page view sehingga awak redaksi mau tidak mau patuh pada logika SEO. Menariknya, ada batas-batas yang sengaja dibuat agar redaksi, ketika menerapkan SEO, bisa menghasilkan berita yang berkualitas. Media yang diteliti khawatir jika terlalu patuh pada SEO akan berdampak pada nama baik media itu sendiri, takut mendapat cap sebagai media “budak” SEO dengan mengorbankan kualitas jurnalisme.References
Afifiyah, Siti. (2020, 7 Januari). Jasa SEO untuk Promosi Berkala dan Berskala. Tagar.id. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://www.tagar.id/jasa-seo-untuk-promosi-berkala-dan-berskala
AJI. (2018). Laporan Tahunan AJI 2018: Ancaman Baru dari Digital. Dilihat pada 24 Juli 2019 dari https://aji.or.id/upload/article_doc/Laporan_Tahunan_AJI_2018_-_Ancaman_Baru_dari_Digital_OK21.pdf
Andriyanto, Heru. (2019, 9 Februari). Iklan Media Siber Kecil? Ini Tanggapan Ketua AMSI. Beritasatu.com. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://www.beritasatu.com/heru-andriyanto/ekonomi/477786/iklan-media-siber-kecil-ini-tanggapan-ketua-amsi
Arief, Andi M. (2023, 9 Februari). Jokowi Sedih Belanja Iklan Terus Diambil Asing. Katadata. Dilihat pada 6 April 2023 dari https://katadata.co.id/ameidyonasution/berita/63e486699ec2b/jokowi-sedih-lihat-belanja-iklan-media-terus-diambil-platform-asing
Bagdikian, Ben H. (2004). The New Media Monopoly. Boston: Beacon Press
Chakraborty, Abhijnan. et al. (2016). Stop Clickbait: Detecting and Preventing Clickbaits in Online News Media. In IEEE/ACM ASONAM 2016, August 18-21, San Francisco, CA, USA
Eddyono, Aryo Subarkah. (2018). Jurnalisme Cetak vis a vis Jurnalisme Online dalam Teks Bre Redana. Dalam Budiawan dan Ardhana, IK. (Ed.). Dari Desain Kebaya hingga Masyarakat Adat Raja Ampat: Budaya-budaya di Indonesia dalam Tegangan dan Negosiasi Global-Lokal. Yogyakarta: Ombak
Eddyono, Aryo Subarkah. (2020). Jurnalisme Warga, Hegemoni, dan Rusaknya Keragaman Informasi. Jakarta: Universitas Bakrie Press
Eddyono, Aryo Subarkah., HT, Faruk., dan Irawanto, Budi. (2019a). Jurnalisme Warga: Liyan, Timpang, dan Diskriminatif. Jurnal Profetik 12 (1), hal. 61-73. DOI: https://doi.org/10.14421/pjk.v12i1.1498
Eddyono, Aryo Subarkah., HT, Faruk., dan Irawanto, Budi. (2019b). Menyoroti Kembali Jurnalisme Warga, Awal Mula, dan Kepentingan yang Melatarinya. Jurnal Kajian Jurnalisme 3 (2), hal. 1-17. DOI: https://doi.org/10.24198/jkj.v3i1
Heychael, Muhamad. (2018, 21 Mei). Bagaimana Tribunnews Membantu Terorisme. Remotivi. Dilihat pada 8 Desember dari https://www.remotivi.or.id/amatan/466/bagaimana-tribunnews-membantu-terorisme
Ishwara, Luwi. (2011). Jurnalisme Dasar, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Kovach, Bill dan Rosenstiel, Tom. (2001). Elemen-elemen Jurnalisme. Jakarta: ISAI
Lidwina, Andrea. (2019, 11 Oktober). Google Paling Banyak Mengumpulkan Data Pengguna. Katadata.co.id. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/11/google-paling-banyak-kumpulkan-data-pengguna
Margianto, JH. dan Syaefullah, A. (n.d.) Media Online: Antara Pembaca, Laba, dan Etika. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia - Ford Foundation
McChesney, Robert W. (2013). Digital Disconnet: How Capitalism is Turning The Internet Against Democracy. New York - London The New Press
McChesney, Robert W. (1999). Rich Media Poor Democracy. New York: The New Press
McChesney, Robert W. (2008). The Political Economy of Media: Enduring Issues, Emerging Dillemas. New York: Monthly Review Press
Mosco, Vincent. (2008). The Political Economy of Communication. Sage Publishing
Muhamad, Goenawan. (2014). Seandainya Saya Wartawan TEMPO. Jakarta: Tempo Publishing
Nasrillah, Faiz. (2018, 8 Februari). Dewan Pers: Ada 43 Ribu Media Online, Hanya 168 yang Profesional. Idntimes. Dilihat pada 24 Juli 2018 dari https://www.idntimes.com/news/indonesia/faiz-nashrillah/dewan-pers-ada-43-ribu-media-online-hanya-168-yang-profesional-1/full
Poster, Mark. (1997). Cyberdemocracy: The Internet and The Public Sphere. Dalam Porter, David (Ed.) Internet Culture. New York dan London: Routledge
Pratomo, Yudha. (2019, 8 Mei). Google: Ada 2,5 Milyar Perangkat Android yang Aktif Dipakai. Kompas.com. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://tekno.kompas.com/read/2019/05/08/13310017/google--ada-2-5-miliar-perangkat-android-yang-aktif-dipakai
Richmond, Shane. (2008). The Going Down of the Pun. British Journalism Review. 19 (4), hal. 51-55. DOI: 10.1177/0956474808100865
Reynaldiarya. (2019, 18 Desember). Ap aitu SEO dan Penjelasan Lengkapnya. Viva.co.id. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://www.viva.co.id/vstory/teknologi-vstory/1192679-apa-itu-seo-dan-penjelasan-lengkapnya
RMOLNETWORK, Admin. (2022, 6 Februari). Jumlah Media Online Mencapai Ribuan. Rmolbengkulu.id. Dilihat pada 6 April 2023 dari https://www.rmolbengkulu.id/jumlah-media-siber-mencapai-ribuan-dewan-pers-kami-belum-menemukan-model-pengawasan-yang-efektif
Supriyatna, Iwan. (2020, 25 Agustus). Belanja Iklan Media Online Naik Tajam. Suara.com. Dilihat pada 6 Desember 2020 dari https://www.suara.com/bisnis/2020/08/25/180809/belanja-iklan-media-online-naik-tajam-saat-pandemi-tembus-rp-242-triliun
Virilio, Paul. (1995). Speed and Information: Cyberspace Alarm! Dalam Le Monde Diplomatique. University of Amsterdam
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).