Media Siber dan Search Engine Optimization (SEO): Melacak Motif, Adaptasi untuk Cari Untung, dan Upaya Menjaga Kualitas Jurnalisme

Aryo Subarkah Eddyono

Abstract


Media siber masif menjalankan logika SEO (Search Engine Optimization). Strategi SEO pada konten berita ditandai dengan memanfaatkan keramaian sebuah isu, lalu memfabrikasinya berulang-ulang dengan membuat tulisan sebanyak-banyaknya. Kata-kata kunci terkait isu yang tengah ramai itu ditanamkan terus-menerus di dalam isi berita. Akhirnya, berita-berita tersebut akan muncul di urutan atas mesin pencari. Artikel ini meneliti mengapa media siber (dalam hal ini adalah Kompas.com, Tirto.id, Tempo.co, dan Liputan6.com) menjalankan kebijakan SEO. Bagaimana redaksi beradaptasi dengan budaya, termasuk mengamati dinamika di dalam ruang redaksi (penolakan maupun penerimaan awak redaksi). Tak lupa, menganalisis upaya redaksi menjaga kualitas jurnalisme. Data diperoleh berasal dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini adalah empat media yang diteliti menyepakati bahwa SEO adalah sebuah cara meningkatkan traffic agar iklan bisa tumbuh. Menjalankan SEO lalu tampil dalam halaman terdepan pencarian Google secara politis berarti juga mempertaruhkan nama baik menjadi yang terdepan di antara media lainnya. Empat media siber yang diteliti melakukan penyadaran ke awak redaksinya agar mau menjalani SEO. Redaksi juga membuat pabrik konten di daerah dan menyiapkan kebijakan target page view sehingga awak redaksi mau tidak mau patuh pada logika SEO. Menariknya, ada batas-batas yang sengaja dibuat agar redaksi, ketika menerapkan SEO, bisa menghasilkan berita yang berkualitas. Media yang diteliti khawatir jika terlalu patuh pada SEO akan berdampak pada nama baik media itu sendiri, takut mendapat cap sebagai media “budak” SEO dengan mengorbankan kualitas jurnalisme.

Keywords


SEO (Search Engine Optimazitation), Media Siber, Traffic, Jurnalisme

References


Afifiyah, Siti. (2020, 7 Januari). Jasa SEO untuk Promosi Berkala dan Berskala. Tagar.id. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://www.tagar.id/jasa-seo-untuk-promosi-berkala-dan-berskala

AJI. (2018). Laporan Tahunan AJI 2018: Ancaman Baru dari Digital. Dilihat pada 24 Juli 2019 dari https://aji.or.id/upload/article_doc/Laporan_Tahunan_AJI_2018_-_Ancaman_Baru_dari_Digital_OK21.pdf

Andriyanto, Heru. (2019, 9 Februari). Iklan Media Siber Kecil? Ini Tanggapan Ketua AMSI. Beritasatu.com. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://www.beritasatu.com/heru-andriyanto/ekonomi/477786/iklan-media-siber-kecil-ini-tanggapan-ketua-amsi

Arief, Andi M. (2023, 9 Februari). Jokowi Sedih Belanja Iklan Terus Diambil Asing. Katadata. Dilihat pada 6 April 2023 dari https://katadata.co.id/ameidyonasution/berita/63e486699ec2b/jokowi-sedih-lihat-belanja-iklan-media-terus-diambil-platform-asing

Bagdikian, Ben H. (2004). The New Media Monopoly. Boston: Beacon Press

Chakraborty, Abhijnan. et al. (2016). Stop Clickbait: Detecting and Preventing Clickbaits in Online News Media. In IEEE/ACM ASONAM 2016, August 18-21, San Francisco, CA, USA

Eddyono, Aryo Subarkah. (2018). Jurnalisme Cetak vis a vis Jurnalisme Online dalam Teks Bre Redana. Dalam Budiawan dan Ardhana, IK. (Ed.). Dari Desain Kebaya hingga Masyarakat Adat Raja Ampat: Budaya-budaya di Indonesia dalam Tegangan dan Negosiasi Global-Lokal. Yogyakarta: Ombak

Eddyono, Aryo Subarkah. (2020). Jurnalisme Warga, Hegemoni, dan Rusaknya Keragaman Informasi. Jakarta: Universitas Bakrie Press

Eddyono, Aryo Subarkah., HT, Faruk., dan Irawanto, Budi. (2019a). Jurnalisme Warga: Liyan, Timpang, dan Diskriminatif. Jurnal Profetik 12 (1), hal. 61-73. DOI: https://doi.org/10.14421/pjk.v12i1.1498

Eddyono, Aryo Subarkah., HT, Faruk., dan Irawanto, Budi. (2019b). Menyoroti Kembali Jurnalisme Warga, Awal Mula, dan Kepentingan yang Melatarinya. Jurnal Kajian Jurnalisme 3 (2), hal. 1-17. DOI: https://doi.org/10.24198/jkj.v3i1

Heychael, Muhamad. (2018, 21 Mei). Bagaimana Tribunnews Membantu Terorisme. Remotivi. Dilihat pada 8 Desember dari https://www.remotivi.or.id/amatan/466/bagaimana-tribunnews-membantu-terorisme

Ishwara, Luwi. (2011). Jurnalisme Dasar, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Kovach, Bill dan Rosenstiel, Tom. (2001). Elemen-elemen Jurnalisme. Jakarta: ISAI

Lidwina, Andrea. (2019, 11 Oktober). Google Paling Banyak Mengumpulkan Data Pengguna. Katadata.co.id. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/11/google-paling-banyak-kumpulkan-data-pengguna

Margianto, JH. dan Syaefullah, A. (n.d.) Media Online: Antara Pembaca, Laba, dan Etika. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia – Ford Foundation

McChesney, Robert W. (2013). Digital Disconnet: How Capitalism is Turning The Internet Against Democracy. New York – London The New Press

McChesney, Robert W. (1999). Rich Media Poor Democracy. New York: The New Press

McChesney, Robert W. (2008). The Political Economy of Media: Enduring Issues, Emerging Dillemas. New York: Monthly Review Press

Mosco, Vincent. (2008). The Political Economy of Communication. Sage Publishing

Muhamad, Goenawan. (2014). Seandainya Saya Wartawan TEMPO. Jakarta: Tempo Publishing

Nasrillah, Faiz. (2018, 8 Februari). Dewan Pers: Ada 43 Ribu Media Online, Hanya 168 yang Profesional. Idntimes. Dilihat pada 24 Juli 2018 dari https://www.idntimes.com/news/indonesia/faiz-nashrillah/dewan-pers-ada-43-ribu-media-online-hanya-168-yang-profesional-1/full

Poster, Mark. (1997). Cyberdemocracy: The Internet and The Public Sphere. Dalam Porter, David (Ed.) Internet Culture. New York dan London: Routledge

Pratomo, Yudha. (2019, 8 Mei). Google: Ada 2,5 Milyar Perangkat Android yang Aktif Dipakai. Kompas.com. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://tekno.kompas.com/read/2019/05/08/13310017/google--ada-2-5-miliar-perangkat-android-yang-aktif-dipakai

Richmond, Shane. (2008). The Going Down of the Pun. British Journalism Review. 19 (4), hal. 51-55. DOI: 10.1177/0956474808100865

Reynaldiarya. (2019, 18 Desember). Ap aitu SEO dan Penjelasan Lengkapnya. Viva.co.id. Dilihat pada 28 November 2020 dari https://www.viva.co.id/vstory/teknologi-vstory/1192679-apa-itu-seo-dan-penjelasan-lengkapnya

RMOLNETWORK, Admin. (2022, 6 Februari). Jumlah Media Online Mencapai Ribuan. Rmolbengkulu.id. Dilihat pada 6 April 2023 dari https://www.rmolbengkulu.id/jumlah-media-siber-mencapai-ribuan-dewan-pers-kami-belum-menemukan-model-pengawasan-yang-efektif

Supriyatna, Iwan. (2020, 25 Agustus). Belanja Iklan Media Online Naik Tajam. Suara.com. Dilihat pada 6 Desember 2020 dari https://www.suara.com/bisnis/2020/08/25/180809/belanja-iklan-media-online-naik-tajam-saat-pandemi-tembus-rp-242-triliun

Virilio, Paul. (1995). Speed and Information: Cyberspace Alarm! Dalam Le Monde Diplomatique. University of Amsterdam




DOI: http://dx.doi.org/10.33021/exp.v5i2.4346

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Articles in Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi have been indexed in major research databases, including:

   

Supported by:


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.