Strategi Media Online Lensatimur dalam Mengangkat Kearifan Lokal (Studi Kasus Pariwisata Indonesia Timur)

Noviawan Rasyid Ohorella

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi media online Lensatimur pada website dan konten yang dibuat, mengetahui mekanisme kerja Lensatimur, dan kendala yang terjadi pada produksi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dimana peneliti mengobservasi dan mewawancarai  dengan objek yang diteliti. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa operasional Lensatimur berkembang dengan keadaan terbatas terkait pekerja dan manajemen yang ada menghasilkan konten artikel yang kreatif dan inovatif, serta relevan sesuai keunikan masyarakat Timur. Lensatimur menjadi media penyeimbang yang mengangkat kearifan lokal di wilayah Timur, mengalami peningkatan jumlah pembaca per artikel per harinya mencapai 500–700 dan pertahunnya mencapai 600 ribu pembaca. Kunci menjadi media favorit antara lain sudut pandang, konten artikel, gaya bahasa, segmentasi khalayak dan inovasi. Mekanisme saat ini ialah pembagian kerja antara editor, penulis, desain grafik dan pengelola website dalam pembuatan konten artikel. Kendala yang dihadapi berfokus pada manajemen waktu dan kurangnya kontributor. Saran yang diberikan adalah Lensatimur harus menambah informasi mendidik bagi para pembaca.

Abstract. This study aims to find out Lensatimur's online media strategy on the website and the content created, to find out the mechanism of Lensatimur's work, and the constraints that occur in production. The method used is a qualitative approach where the researcher observes and interviews with the object under study. Research results show that Lensatimur's operations are developing with limited conditions related to existing workers and management producing creative and innovative article content, as well as relevant to the uniqueness of Eastern society. Lensatimur became a counterbalance media that raised local wisdom in the East, experiencing an increase in the number of readers per article per day reaching 500-700 and reaching 600 thousand per year. The key to being a favorite media includes point of view, article content, language style, audience segmentation and innovation. The current mechanism is the division of labor between editors, writers, graphic design and website managers in making article content. Constraints faced focus on time management and lack of contributors. The advice given is Lensatimur must add educational information to readers.


Keywords


Strategi; Media Online; Pariwisata

Full Text:

PDF

References


Afrizal. 2016. Metode Penelitian Kualitatif. Depok : Penerbit Rajagrafindo Persada.

Ardianti, Elvinaro. et al. 2014. Komunikasi Massa. Bandung : Penerbit Simbiosa Rekatama Media.

Littlejhon, Stephen W (Mohammad Yusuf Penerjemah). 2009. Teori Komunikasi : Theories of Human Communication. Jakarta : Penerbit Salemba Humanika.

Nasrullah, Rulli. 2016. Teori Dan Riset Media Siber Cybermedia. Rawamangun : Penerbit Prenadamedia Group.

Rivers, William L (Haris Munandar, Dudi Priatna Penerjemah). 2005. Mass Media And Modern Society. Rawamangun : Penerbit Prenadamedia Group.

Rahmitasari, Diyah Hayu. 2017. Manajemen Media Di Indonesia. Jakarta : Penerbit Pustaka Obor Indonesia.

Romli, Khomsahrial. 2016. Komunikasi Massa. Jakarta : Penerbit Grasindo.

Sirait, Hasudungan. et al. 2007. Meretas Jurnalisme Damai Di Aceh. Jakarta : Penerbit Yayasan Obor Indonesia.

Trianton, Teguh. 2016. Jurnalistik Komprehensif. Yogyakarta : Penerbit Ombak.

Tebba, Sudirman. 2008. Etika Media Massa Indonesia. Tangerang : Penerbit Pustaka Irvan.




DOI: http://dx.doi.org/10.33021/exp.v2i1.715

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Articles in Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi have been indexed in major research databases, including:

Scilit logo

 

 

Supported by: